Banjir dan Longsor Lumpuhkan Aceh Tengah: Ratusan Desa Terisolasi, Warga Minta Gubernur Turun Tangan
0 menit baca
CYBERKRIMINAL.COM, ACEH TENGAH — Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Tengah dan wilayah Gayo Takengon memasuki fase darurat. Curah hujan tinggi tanpa henti menyebabkan hampir seluruh kecamatan terdampak, sementara dari 295 desa yang ada, sebagian besar kini terendam, rusak, dan terisolasi tanpa suplai logistik.
Di beberapa wilayah seperti Jamat, Linge, dan Serule Bintang, warga melaporkan kondisi yang semakin kritis. Hingga hari ini, sebagian desa di kawasan tersebut belum tersentuh bantuan, baik berupa makanan, obat-obatan, maupun evakuasi awal.
“Warga terjebak di dalam banjir, tidak ada makanan sama sekali. Banyak yang sudah berjalan kaki berkilometer hanya untuk mencari beras atau telur, tapi hampir semua grosir juga kehabisan stok,” ujar salah satu warga Jamat saat diwawancarai.
Situasi diperburuk dengan adanya oknum pedagang yang diduga menahan stok barang untuk dijual dengan harga lebih tinggi. Hal ini membuat masyarakat semakin kesulitan mengakses kebutuhan hidup dasar.
Di wilayah Jamat, persediaan beras bahkan disebut hampir tidak ada sama sekali, memicu kekhawatiran akan potensi kelaparan jika bantuan tidak segera datang. Longsor yang menutup akses jalan utama juga menyebabkan distribusi bantuan terhambat total.
Di tengah situasi genting ini, masyarakat Aceh Tengah dan Gayo Takengon menyampaikan harapan besar kepada Gubernur Aceh untuk turun langsung
Pewarta : Al-Abrar




