BREAKING NEWS

 


300 Juta Dana BLT Ludes, Kepala Pos Bersimbah Darah Dirampok Karyawan Sendiri


CYBERKRIMINAL.COM, TAKALAR — Aksi kriminal yang mengkhawatirkan publik terjadi di Kabupaten Takalar pada Jumat malam, ketika seorang Kepala Pos Takalar bernama Pak Anto menjadi korban perampokan brutal yang dilakukan oleh karyawan posnya sendiri. Dalam kejadian tersebut, korban tidak hanya dirampok, tetapi juga ditikam secara sadis, sehingga menimbulkan luka serius. Insiden ini sontak mengguncang lingkungan kerja dan masyarakat sekitar, terlebih karena nominal uang yang dirampas mencapai Rp300 juta, dana yang seharusnya diperuntukkan untuk penyaluran BLT Kesra kepada masyarakat pada esok hari.

Berdasarkan informasi lapangan, pelaku diduga kuat memanfaatkan posisi, kedekatan, dan pengetahuan internal terkait jadwal penerimaan dana bantuan. Motif kejahatan ini diperkirakan sudah direncanakan secara matang, mengingat pelaku mengetahui waktu penyimpanan dana serta kondisi korban yang saat itu berada dalam situasi lengah.

Korban mengalami beberapa luka tikam pada bagian tubuhnya dan ditemukan dalam keadaan terluka parah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera mengevakuasi dan membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi korban saat ini masih dalam pemantauan dokter.
Sementara itu, Polres Takalar bergerak cepat dengan melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Aparat juga telah mengantongi identitas pelaku dan memperkirakan arah pelarian yang ditempuh. “Pelaku sedang dalam pengejaran, tim kami sudah diterjunkan dan terus menyisir beberapa lokasi yang dicurigai,” ujar salah satu petugas kepolisian.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminal yang melibatkan pelaku dari lingkaran kerja terdekat, memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan pengelolaan dana publik. Warga Takalar terutama yang menjadi calon penerima BLT Kesra merasakan kekhawatiran karena dana tersebut seharusnya disalurkan dalam waktu dekat.

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan profesional. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tetap mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat hukum. “Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secepat mungkin, termasuk memastikan seluruh dana yang dirampas dapat ditelusuri,” tegas petugas terkait.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pencarian aktif, dan perkembangan terbaru dari aparat kepolisian akan menjadi perhatian utama masyarakat. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peningkatan pengawasan serta sistem keamanan dalam pengelolaan dana pemerintah, khususnya yang bersentuhan langsung dengan hak masyarakat.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image