Ironis! Pasar Rakyat di Gedubang Aceh Menuai Sorotan publik. Minimnya Perawatan, biaya kebersihan Tetap berjalan, Kondisi di Abaikan
CYBERKRIMINAL.COM, KOTA LANGSA - Kondisi Pasar Rakyat Kota Langsa yang berada di Gampong Gedubang Aceh, yang berdampingan dengan Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, menuai sorotan tajam dari publik.
Berdasarkan pantauan langsung tim media di lokasi, kondisi fisik pasar tersebut tampak sangat memprihatinkan dan terkesan terbengkalai. Hal yang paling ironis dan menjadi pertanyaan besar publik, adalah kondisi atap bangunan pasar yang sudah jebol dan bolong-bolong di hampir seluruh bagian.
Kerusakan atap tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan para pedagang dan pembeli yang beraktivitas di bawahnya, terutama saat hujan dan angin kencang. Padahal, pasar tersebut merupakan aset pemerintah yang dibangun menggunakan anggaran negara dan seharusnya mendapatkan perawatan rutin dari dinas terkait maupun pemerintah kota Langsa.
Yang lebih ironis lagi, di tengah kondisi pasar yang rusak parah tersebut, para pedagang di sekitar pasar perhari nya dikenakan pengutipan untuk kebersihan lingkungan dengan nominal 5000 ribu per pedagang,
Pertanyaan muncul setelah ada informas dari pedagang yang
Menjelaskan kepada tim media. Sehingga menarik perhatian publik, apakah uang kebersihan lingkungan untuk pendapatan Gampong atau masuk PAD kota Langsa, atau justru ada dugaan praktik pihak tertentu yang mencari kesempatan disekitar para pedagang kaki lima.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, jika pasar saja dibiarkan rusak tanpa adanya upaya perbaikan, untuk apa bangunan dibangun tanpa ada perhatian dari pemerintah kota Langsa." Ungkap masyarakat lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Koperindag Kota Langsa selaku pengelola Pasar Rakyat tersebut untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait anggaran perawatan dan pengawasan pasar.
Pihak redaksi berkomitmen membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait demi menjaga akurasi pemberitaan yang objektif dan berimbang, sehingga berita ini diterbitkan 19/9/2026)
Penulis: Hendrik
