BREAKING NEWS

Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran Semarang Bisa Mencapai 55 MW

CYBERKRIMINAL.COM, SEMARANG - Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jawa Tengah Dwi Suryono, di Semarang, Rabu, menyebutkan luas lahan mencapai 29.800 hektare yang diperkirakan menyumbang 4-5 persen total bauran EBT di Jateng.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa pengembangan panas bumi Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang, berpotensi menghasilkan energi listrik dari pembangkit mencapai 55 megawatt (MW).

Namun demikian, ia mengingatkan pengeboran tidak dilakukan di sembarang tempat, tetapi berdasar potensi panas bumi dari hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya.

Untuk dapat mendulang energi panas bumi tersebut, kata dia, diperkirakan memerlukan pengeboran hingga kedalaman 1.900-2.200 meter.

Jika ditemukan panas bumi sesuai perkiraan dan tahapan izin lancar, lanjut dia, pembangkit panas bumi dengan nilai investasi 300 juta dolar AS itu akan beroperasi pada 2031.

"Untuk membuktikan adanya potensi panas bumi, perlu dilakukan pengeboran. Namun, tentunya seluruh fase-fase perizinan harus terpenuhi. Jika sesuai timeline, maka pengeboran akan dilakukan pada akhir 2028, atau di awal 2029," katanya.

Ia juga memastikan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, yang terletak Kabupaten Semarang dan perbatasan Kendal itu akan melalui proses ketat, mulai izin lingkungan, hingga public hearing yang melibatkan masyarakat setempat.

Setelah terbit Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026, kata dia, prosesnya masih panjang untuk mencapai tahapan pengeboran dan penambangan panas bumi.

Selanjutnya, ada tahapan perizinan yang harus dilalui, seperti KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) dan PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan).

Tidak sampai di situ, proyek tersebut juga harus mengantongi izin lingkungan atau Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Dwi menambahkan saat ini bauran EBT di Jateng telah mencapai 22,3 persen dan telah melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2025 sebesar 21,32 persen.

"Yang sudah beroperasi di Dieng 70 MW, on progress fase dua 55 MW. Di Jenawi belum ada tanda tanda kegiatan lagi, di Umbul Telomoyo sudah ada sosialisasi-sosialisasi, Baturraden masih off, di Guci juga masih off," katanya.

Tidak hanya di Gunung Ungaran saja, kata dia, potensi EBT panas bumi di Jawa Tengah membentang mulai dari Dieng, Baturraden, Guci, Umbul Telomoyo, dan Jenawi.


(Miftakh)
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image